SELAMAT DATANG

Selamat Datang di Rumah Pintar Kimia Tempat Belajar Dan Berbagi Tentang Perkembangan Dunia Pendidikan Khususnya Bidang ilmu kimia
Mari Kita Memajukan Dunia Pendidikan di Indonesia
Semoga Bermanfaat....
salam sukses!!!!!!

Kamis, 02 Juni 2011

LAPORAN PRAKTIKUM

PEMURNIAN GARAM DAPUR SECARA KRISTALISASI


LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA

Judul Percobaan              :     Pemurnian Garam Dapur Secara Kristalisasi

Tujuan Percobaan           :   Mempelajari pemurnian garam dapur secara kritalisasi melalui penguapan dan pengendapan

Tinjauan Teoritis :

Garam Dapur ( NaCl)
    Natrium Klorida atau garam dapur sudah menjadi bagian penting didalam makanan manusia. Garam merupakan bahan baku dasar untuk berbafai macam ragam bahan kimia seperti Natrium Posfat, Natrium Sulfat, dan juga merupakan bahan lain adalah turunan atau derivatifnya. Boleh dikatakan bahwa seluruh klor yang dihasilkan didunia dibuat melalui elektrolisis Natrium klorida . garam digunakan untuk regenerasi natrium yang digunakan sebagai pelunak air dan banyak pula dipakai dalam pembuatan berbagai bahan kimia organik.
Garam hasil tambang berbeda – beda dalam komposisinya, bergantung kepada lokasinya, namun biasanya mengandung lebih dari 95%. Beberapa garam batu dapat mencapai kemurnian 99,5%. Larutan yang didapat dari sumur biasanya mencapai kemurnian 38% dan lebih banyak bergantung pada kemurnianair yang diinjeksikanke dalam sumur untuk melarutkan garam dari lapisan bawah. Garam yang diperolehdari penguapan dan penambangan biasanya cukup murni untuk digunakan berbagai penerapan., tetapi sebagian besar dimurnikan untuk menyingkirkan bahan – bahan seperti magnesium atau kalsium yang ada dikandungnya.
Garam dapur mengandung komponen utama natrium klorida dengan berbagai pengotor yang umum yaitu ion – ion, Ca2+, Mg2+, Al3+, Fe3+, SO42--, I--, dan Br--, yang kesemuanya mudah larut dalam air. Untuk memperoleh NaCl dengan kemurnian tinggi dari garam dapur maka dapat ditempuh metode rekristalisasi dengan pelarut air. Namun, untuk melenyapkan/mengurangi kehadiran ion – ion pengotor perlu ditambahkan ion – ion tertentu yang mampu mengikat ion – ion pengotor menjadi senyawa – senyawa yang kelarutannya dalam air menjadi sangat rendah, sehingga dapat dipisahkan melalui penyaringan sebelumnya.
Garam adalah suatu senyawa kimia sederhana yang terdiri dari atom-atom yang membawa ion positif maupun ion negatif . Misalnya garam meja (natrium klorida) terdiri dari ion positif natrium dan ino negatif dari klorida. Natrium klorida membentuk kristal pada keadaan kering, tetapi seperti garam lainnya dalam tubuh, mudah dilarutkan dalam air. Jika garam larut dalam air, komponennya terpisah sebagai partikel yang disebut ion.
Partikel ion terlarut ini dikenal sebagai larutan elektrolit. Kadar (konsentrasi) setiap elektrolit dalam larutan dari garam terlarut dapat diukur dan biasanya dihitung dalam satuan miliekuivalen dalam setiap volume larutan (meq/l). ( www.medicastore.com )
Struktur kristal natrium klorida. Setiap atom mempunyai enam jiran terdekat, dengan geometri oktahedron. Natrium klorid membentuk kristal dengan kiub simetri. Di dalamnya, ion klorin, ditunjukkan di sebelah kiri sebagai sfera hijau, disusun dalam bentuk padatan rapat kuib, sementara ion-ion yang lebih kecil adalah natrium, ditunjukkan di sebelah kiri sebagai (sfera biru, memenuhi jurang oktahedron di antara mereka). Setiap ion dikelilingi oleh enam ion yang berlainan jenis. Struktur asas ini boleh dijumpai dalam banyak mineral lain, ianya dikenali sebagai struktur halit. Susunan ini dikenali sebagai padatan rapat kuib (ccp).Ianya dipegang bersama oleh satu ikatan ion dan daya elektrostatik. ( http://ms.wikipedia.org/wiki/Nat/ Klorida )
Dalam ilmu kimia, garam adalah senyawa ionik yang terdiri dari ion positif (kation) dan ion negatif (anion), sehingga membentuk senyawa netral (tanpa bermuatan). Garam terbentuk dari hasil reaksi asam basa. Natrium klorida , bahan utama garam dapur adalah suatu garam. Larutan garam dalam air merupakan larutan elektrolit, yaitu larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Cairan dalam tubuh makhluk hidup mengandung larutan garam, misalnya sitoplasma dalam darah. Reaksi kimia untuk menghasilkan garam antara lain :
1.Reaksi antara asam dan basa, misalnya HCl   +   NH3               NH4Cl
2.Reaksi antara logam dan asam kuat encer, misalnya
  Mg   +   2 HCl   ---->      MgCl2   +   H2 ( http://id.wikipedia.org )

Pemurnian Garam
Senyawa NaCl  banyak terdapat pada air laut 2,8%. Dilautan diperkirakan terdapat 100.000 ino Natrium Klorida. Air laut merupakan bahan baku pembuatan garam dapur. Didalam garam dapur selain terdapat NaCl sebagai komponen utama juga terdapat pengotor lain seperti ion Ca, Mg, Al, Fe, sulfat, ion I—dan Br -. Ada dua cara untuk mendapatkan NaCl murni dari garam dapur kasar yaitu metode kristalisasi melalui penguapan dan pengendapan.
Metode pengendapan didasarkan pada perbedaan daya larut antara zat yang akan dimurnikan dengan kotoran dalam pelarut tertentu.Dalam pemurnian dengan cara penguapannya umumnya dilakukan dengan rekristalisasi. Pemurnian ini didasarkan pada kelarutan ion- ion dalam suatu garam dalam pelarut tertentu ataupun campuran pelarut dalam bentuknya yang sederhana. Proses rekristalisasi terdiri dari:
•    Melarutkan zat tak murni dalam terlarut tertentu pada atau dekat tiik leleh.
•    Menyaring larutan panas dari partikel bahan tak larut
•    Mendinginkan larutan panas sehingga zat terlarut menjadi kristal
•    Memisahkan kristal – kristal dari larutan.
Memperoleh suatu senyawa kimia dengan kemurnian yang sangat tinggi merupakan hal yang sangat esensi bagi kepentingan kimiawi. Metode pemurnian suatu padatan yang umumyaitu rekristalisasi (pembentukan kristal berulang ). Metode ini pada dasarnya mempertimbangkan perbedaan daya larut padatan yang akan dimurnikan dengan pengotornya dalam pelarut tertentu maupun jika mungkin dalam pelarut tambahan yang lain yang hanya melarutkan zat – zat pengotor saja. Pemurnian demikian banyak dilakukan pada industri – industri (kimia) maupun laboratorium untuk meningkatkan kualitas zat yang bersangkutan.

Persyaratan suatu pelarut yang baik untuk dipakai dalam proses rekristalisasi, antara lain yaitu:
1.Memberikan perbedaan kelarutan yang cukup signifikan antara zat yang akan dimurnikan dengan pengotornya.
2.Kelarutan suatu zat dalam pelarut merupakan suatu fungsi temperatur, umumnya menurun dengan menurunnya temperatur
3.Mudah dipisahkan dari kristalnya
4.Tidak meninggalkan zat pengotor di dalam kristal zat yang dimurnikan
5.Bersifat inert terhadap zat yang dimurnikan.

Dalam reaksi NaOH dengan HCl hanya ada satu garam yang mungkin dapat dibentuk, tetapi bila suatu basa bereaksi dengan asam poliprotik. Mungkin terbentuknya dua garam atau lebih yang bergantung pada jauhnya asam itudapat dinetralkan. Reaksi NaOH dengan HCl akan menghasilkan garam NaCl berdasarkan  dengan reaksi:
NaOH (aq)   +   HCl (aq )   ----->    NaCl (aq)   + H2O (l)

Umumnya garam – garam yang terbentuk dikatakan tidak larut jika terbentuk endapan. Konsentrasi ion – ionnya sangat rendah tetapi jika produk reaksi itu mempunyai kelarutan sedang konsentrasiion – ionnya haruslah besar agar tercapaikelewat kejenuhan bagi garam yang terbentuk. Jika suatu reaksi diamati dan kelarutan pereaksi itu cukup pekat, umumnya garam – garam yang larut adalah semua garam – garam alkali, semua garam amonium, semua garam – garam halogen kecuali pada senyawanya dengan kation Ag+, Pb2+, dan Hg2+. Garam – garam yang tidak larut pada umumnya dengan beberapa kekecualian adalah semua hidroksida kecuali pada senyawanya dengan alkali dan alkali tanah khususnya kation Ca2+, Sr2+ dan Ba2+.

Alat dan Bahan yang diperlukan:

Alat yang digunakan adalah:                   Bahan yang digunakan adalah :
No    Nama Alat                   Jumlah                No    Nama Bahan        Jumlah
1    Beaker Gelas 500 ml    1 buah                   1    Garam dapur        16 gr
2    Erlenmeyer 100 ml       2 buah                   2    Garam murni        10,53 gr
3    Pengaduk                      1 buah                   3    Kristal CaO        0,2 gr
4    Pemanas                       1 buah                   4    Larutan Ba(OH)2        15 tetes
5     Corong kaca                1 buah                   5    Larutan (NH4)CO3    5 tetes
6    Pipa bengkok               1 buah                   6    Larutan HCl encer    4 tetes
7    Lakmus    `                   1 buah
8    Larutan H2SO4        5 ml
9    Kertas saring        1 lembar
10    Aquades            50 ml


Prosedur Kerja :
No    Prosedur Kerja    Pengamatan

1    16 gram garam dapur  + 50 ml air
                  Larutan putih keruh

Kemudian dipanaskan sampei sampel garam dapur melarut.

Kemudian larutan didinginkan dan disaring.

Kemudian larutan dibagi 2 ke dalam 2 erlenmeyer dengan jumlah yang sama
 ( Tabung A dan tabung B)

2    Kristalisasi dari larutan A secara Penguapan.    

Berat beaker gelas : 179,47 gram

Larutan garam + 0,2 gr CaO
          Larutan putih keruh

Kemudian ditambahkan larutan Ba(OH)2 Sampai hilang endapan

Kemudian ditambahkan larutan (NH4)2CO3 Larutan putih

Kemudian disaring, dihasilkan filtrat bening dan residu putih.

Kemudian ditambahkan beberapa tetes HCl encer untuk menetralkan.

Setelah diuapkan sampai kering, garam murni ditimbang.
Berat garam dan beaker gelas: 193, 79 gram

Maka berat garam murni:

193,79 gr – 179, 47 gr  =  14, 32 gram

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Total Pengunjung